Internasional News

21 September 2008

Adab Berdo'a

Di beberapa tempat, ada orang yang berdoa atau berzikir dengan suara sangat keras, bahkan pakai loud speaker segala. Jika dilakukan pada siang hari masih mending, ini terkadang jam 2 malam sudah berbunyi, sehingga mengganggu orang yang sedang sakit, anak-anak bayi, dan para non Muslim.
Meski niat awalnya mungkin da’wah, tapi karena mengganggu, akhirnya malah mencemarkan Islam dan membuat orang antipati terhadap Islam.
Padahal Islam mengajarkan untuk berdoa dengan suara lembut dan perlahan:
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan penuh harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A’raaf: 55– 56).
Karena itu, Allah memuji hamba-Nya, Nabi Zakariya, dengan firmannya yang artinya, “Yaitu tatkala ia berdoa kepada Rabbnya dengan suara yang lembut.” (Maryam: 3).
“Dan sebutlah Tuhanmu dalam hatimu dengan penuh kerendahan dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai”. (Al A’raaf:205)
Jadi, surat Al A’raaf ayat 205 tersebut jelas melarang berzikir dengan suara yang keras. Hal ini sesuai pula dengan penjelasan Hadits Nabi:
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al Asy’ari ra. berkata: “Seseorang mengangkat suaranya tinggi-tinggi ketika berdoa dalam suatu perjalanan. Maka Rasulullah menegur mereka: “Hai sekalian manusia! Tahanlah diri kalian, karena kalian tidak menyeru orang tuli dan tidak pula jauh. Yang kamu seru itu Maha Mendengar lagi sangat dekat, bahkan lebih dekat dari tempat dudukmu sendiri!”
Semoga kita bisa menghentikan dan menghilangkan tradisi keliru tersebut, paling tidak mulai dari keluarga kita sendiri.

19 September 2008

LAILATUL QODAR


Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar


Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang diberkahi dan memiliki keutamaan yang sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing umat manusia yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Sedemikian besarnya berkah malam ini, sehingga dianjurkan bagi muslimin agar bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Alloh Subhaanahu wa Ta’ala untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar.

Rasululloh Shalallahu 'alaihi wa Salam bersabda, yang artinya: "Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Alloh, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR: Bukhari 4/217 dan Muslim 759)

Ummat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam Lailatul Qodar (Nuzul Qur'an, red) ataupun peringatan-peringatan lainnya, akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Alloh Subhaanahu wa Ta’ala.

Pada malam tersebut, disunnahkan untuk memperbanyak do’a, Sebagaimana telah diriwayatkan dari ‘Aisyah Radiyallahu ‘anha, yang artinya: "Aku bertanya, Ya Rasululloh (Shalallahu 'alaihi wa Salam), Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?”. Beliau menjawab, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Ya Alloh, Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku.". (HR: Tirmidzi (3760), Ibnu Majah (3850), dari Aisyah, sanadnya shahih. Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan, halaman 55-57, karya ibnu Rajab al Hanbali)

Marilah kita berupaya untuk mencari dan berdoa semoga memperoleh malam Lailatul Qadar dan keutamaannya dengan cara selalu berusaha bangun pada sepuluh malam hari terakhir untuk beribadah, menegakkan sholat dan memperbanyak amalan-amalan ketaatan serta sementara menjauhi istri bagi para suami.

Sebuah riwayat dari Aisyah Radiyallahu ‘anha, yang artinya: "Adalah Rasululloh Shalallahu 'alaihi wa Salam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Romadhon), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya." (HR: Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).

Juga dari ‘Aisyah Radiyallahu ‘anha, yang artinya: "Adalah Rasululloh Shalallahu 'alaihi wa Salam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya." (HR: Muslim 1174).

18 September 2008

Meraih Lailatul Qodar


TANDA-TANDA LAILATUL QADAR

Lailatul Qadar merupakan satu malam yang mempunyai kelebihan lebih seribu bulan yang lain. Ini dapat kita lihat daripada apa yang telah dinukilkan oleh Allah di dalam al-Quran dalam surah al-Qadar. Begitu juga dengan apa yang telah diberitahukan oleh Rasulullah S.A.W dalam beberapa hadis yang sohih. Kita disuruh untuk menghidupkan malam lailatul qadar dan tidak membiarkannya berlalu begitu saja. Rasulullah S.A.W telah bersabda dalam hadis muttafaq 'alaih daripada Abu Hurairah yang artinya : Sesiapa yang menghidupkan malam lailatul qadar penuh keimanan dan keikhlasan akan diampun baginya dosa yang telah lalu.
Menurut imam Fakhrurrazi bahwa Allah menyembunyikan malam lailatul qadar dari pengetahuan kita sebagaimana Dia menyembunyikan segala sesuatu yang lain. Dia menyembunyikan keredhaanNya pada setiap ketaatan sehingga timbul dalam diri kita keinginan untuk melakukan semua ketaatan atau ibadat itu. Begitu juga Dia menyembunyikan kemurkaanNya pada setiap perkara maksiat agar kita berhati-hati dan menjauhi segala maksiat dan tidak memilih antara dosa besar dan kecil untuk melakukannya kerana dosa kecil jika terus dilakukan secara berterusan akan menjadi dosa besar jika kita tidak bertaubat dan berusaha meninggalkannya. Dia menyembunyikan wali-waliNya agar manusia tidak terlalu bergantung kepada mereka dalam berdoa sebaliknya berusaha sendiri dengan penuh keikhlasan dalam berdoa untuk mendapatkan sesuatu daripadaNya kerana Allah menerima segala doa orang yang bersungguh-sungguh dan tidak mudah berputus asa. Dia menyembunyikan masa mustajab doa pada hari Jumaat supaya kita berusaha sepanjang harinya. Begitulah juga Allah menyembunyikan penerimaan taubat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita sentiasa istiqamah dan ikhlas dalam beramal dan sentiasa bersegera dalam bertaubat. Demikianlah juga dengan penyembunyian malam lailatul qadar agar kita membesarkan dan menghidupkan keseluruhan malam Ramadhan dalam mendekatkan diri kepadaNya bukan hanya sekadar menunggu malam lailatu qadar sahaja untuk beribadat dan berdoa. Tetapi inilah penyakit besar yang menimpa umat Islam yang menyebabkan malam-malam Ramadhan lesu kerana mereka hanya menanti malam yang dianggap malam lailatul qadar sahaja untuk beribadat. Kerana mengejar kelebihan lailatul qadar yang mana kita tidak mengetahui masanya yang tertentu menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadhan itu sendiri yang hanya datang setahun sekali.
Antara tanda-tanda dalam mengetahui malam lailatul qadar adalah berdasarkan beberapa hadis di bawah :
1. Abi Ibnu Ka'ab telah meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda mengenai lailatul qadar yang artinya : Sesungguhnya matahari yang keluar pada hari itu tidak begitu bercahaya (suram). - Hadis riwayat imam Muslim dalam kitab puasa -
2. Telah diriwayatkan daripada Nabi S.A.W bahawa baginda telah bersabda yang artinya : Sesungguhnya tanda-tanda lailatul qadar, bahawa malamnya bersih suci seolah-olah padanya bulan yang bersinar, tenang sunyi, tidak sejuk padanya dan tidak panas, tiada ruang bagi bintang untuk timbul sehingga subuh, dan sesungguhnya tanda-tandanya matahari pada paginya terbit sama tiada baginya cahaya seperti bulan malam purnama tidak membenarkan untuk syaitan keluar bersamanya pada hari itu. - Hadis riwayat imam Ahmad dengan isnad jayyid daripada Ibadah bin As-Somit -
3. Dalam Mu'jam At-Tobarani Al-Kabir daripada Waailah bin Al-Asqa' daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul qadar bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak ada angin, tidak bersinar bintang dan daripada alamat siangnya terbit matahari dan tiada cahaya padanya(suram).
4. Telah meriwayat Al-Barraz dalam musnadnya daripada Ibn Abbas bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul Qadar bersih tidak panas dan tidak pula sejuk.
Qadhi 'Iyad telah mengatakan ada dua pendapat mengenai matahari yang terbit tanpa cahaya iaitu:
1) Ia merupakan tanda penciptaan Allah SWT. 2) Menunjukkan bahawa kerana terlalu banyak para malaikat yang berzikir kepada Allah pada malamnya dan mereka turun ke bumi yang menyebabkan sayap-sayap dan tubuh mereka yang halus menutupi dan menghalangi matahari dan cahayanya.
Daripada hadis-hadis di atas bolehlah kita buat kesimpulan bahawa antara tanda-tanda lailatul qadar ialah :
a. Pada malamnya keadaan bersih dengan cuaca tidak sejuk dan tidak pula panas.
b. Malamnya tenang yang mana terang dan angin tidak bertiup sebagaimana biasa dan awan agak nipis.
c. Malamnya tidak turun hujan dan bintang pula tidak bercahaya seolah-olah tidak timbul.
d. Pada siangnya pula matahari terbit dalam keadaan suram.

15 September 2008

R E U N I



ASSALAMU'ALAIKUM WR WB ...
SALAM SEJAHTERA UNTUK SEMUA ...

DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH ALUMNI SMAN1 TUBAN KELAS III/IPA-4 TAHUN 1984 BAHWA REUNI INSYA ALLAH AKAN DILAKSANAKAN PADA HARI SABTU TANGGAL 4 OKTOBER 2008 PUKUL 10.00 WIB BERTEMPAT PONDOK LAGUNA JLN. DIPONEGORO NO. 33-A TUBAN ...
UNTUK INFO / KONTAK LEBIH LANJUT BISA MENGHUBUNGI :
1. TOTOK - 081330332200
2. DIDIK - 081233066998
3. RIANA - 08165436792

DIMOHON TEMAN-TEMAN SEKALIAN PARA ALUMNI BERKENAN UNTUK HADIR PADA ACARA REUNI TERSEBUT BESERTA KELUARGA AGAR KITA BISA SALING KETEMU DAN SALING KENAL DENGAN KELUARGA KITA, KARENA SUDAH HAMPIR 1/4 ABAD (24 th) KITA TIDAK PERNAH BERTEMU ... DISAMPING ITU DIMOHON TEMAN-TEMAN BERSEDIA MENYEBARKAN INFORMASI INI KEPADA TEMAN-TEMAN LAIN YANG BELUM MENGETAHUI ...
TERIMAKASIH ... DAN SAMPAI KETEMU DI ACARA REUNI
WASSALAMU'ALAIKUM WR WB ...

02 September 2008

Berdo'alah dengan ikhlas ...


Doa Mohon Petunjuk

"Robbanaa aatina mil ladunka rahmataw wa hayyi'lana min amrina rosyadaa" "

Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)"
(QS Al Kahfi 10)

Doa Ketika Sakit

… Annii massaniyadhdhurru wa anta arhamurraahiminn.
… (Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua yang penyayang.
(QS Al – Anbiya (21) ; 83)

Doa Berserah Diri

"Hasbiyallahu laa ilaha illa huwa 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul arsyil azhiim"
"Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki arsy yang agung."
(QS. At Taubah 129)

Doa Mohon Kesabaran

"Robbanaa afrigh alainaa shobro. Wa tawaffanaa muslimin"
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)
(QS Al A'raf 126)


DOA SETELAH SHOLAT DHUHA :

1. Allaahummainnadhdhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, walquwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Allaahuma in kaana rizqii fissamaa-I fa-anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fayassirhu, wa in kaana haraaman fathahirhu, wa in kaana ba’iidan faqarribhu, bihaqqi dhuhaa-ika wabahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakashshaalihiin

Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih diatas lagit maka turunkanlah, jika di dalam bumi keluarkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu. Limpahkanlah kepadaku karunia yang Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

2. Allaahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghinii bifadhlika ‘amman siwak.

Ya Allah, cukupkan diriku dengan yang halal dari-Mu dan bukan dengan yang haram dari-Mu. Cukupkan aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak butuh lagi kepada siapapun selain Engkau.

3. Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wa a’udzubika minal ’ajzi wal kasali wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa a’udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijaal.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan; dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan; dan aku berlindung kepada-Mu dari kepengecutan dan kekikiran; dan aku berlindung kepada-Mu dari hutang dan paksaan orang-orang.

4. Allaahummarzuqnaa rizqon waasi’an halaalan thoyiban mubaarokan wa anta khoirurrooziqiin

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami rizki yang luas, halal, baik dan berkah, karena (ku yakin) Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.

5. Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maaidatam minassamaa-i takuunu lanaa ‘iidal li awwalinaa wa aakhiriina wa aayatam minka warzuknaa wa anta khairurraziqiin

Ya Allah ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami dan bagi orang-orang yang datang sesudah kami, dan (turunkanlah) tanda kekuasaan-Mu, beri rezekilah kami, dan Engkau-lah sebaik-baik Pemberi rezeki (QS Al Maidah (5) ; 114) Doa Isa

6. Innallaaha huwarrazzaqu dzul quwwatil matiin

Sesunggunya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezeki yg mampunyai kekuatan lagi sangat kokoh
(QS Adz-Dzariyat (51) ; 58)


Doa Kuasa

"Rabbighfirlii wahab lii mulkal laa yambaghii li-ahadim mimba'dii, innaka antal wahhaab".
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yg tidak akan dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi. (QS Shaad (38); 35) Doa Nabi Sulaiman.

Doa Nabi Yunus

... Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minazhzhaalimiin.
Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang2 yg zhalim. (QS Al Anbiya (21); 87)

Doa Beban

Rabbanaa laa tu aakhidznaa in nasiinaa au akhtha'naa, Rabbanaa wa laa tahmil 'alainaa ishran kamaa hamaltahuu 'alal ladziina min qablinaa,
Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih wa'fu 'anna, waghfirlanaa warhamna..anta maulaanaa fanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang2 sebelum kami
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.
Beri maaf kami, dan rahmatilah kami.
Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang kafir.
(Al-Baqarah 286)

Doa L. Qodar

"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni yaa kaarim"
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai kemaafan maka maafkanlah (kesalahan) ku
(HR Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah)

Doa Mhn Anak Sholeh

"Robbii hablii minashsholihin"
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (anak) yg termasuk orang-orang yg shalih
(QS. Ash Shaffat 100)


01 September 2008

Ayat Kursi

Beberapa Faedah Ayat Kursi

Ayat ini diturunkan setelah hijrah. Semasa penurunannya ia telah diiringi oleh beribu-ribu malaikat karena kebesaran dan kemuliaannya. Syaitan dan iblis juga menjadi gempar kerana adanya satu perintang dalam perjuangan mereka. Rasullah s.a.w. dengan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit menulis serta menyebarkannya.

Beberapa khasiat Ayat Al-Kursi :
* Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas sholat fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluar masuk rumah atau hendak musafir, insyaAllah akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga akan terpelihara dengan izin Allah s.w.t.

* Mengikut keterangan dari kitab "Asraarul Mufidah" sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah.

* Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, Insya-Allah, Allah akan mencerdaskan akal fikirannya serta memudahkannya menerima ilmu pengetahuan.

* Rasullullah s.a.w. bersabda bermaksud: "Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segala kefakiran di depan matanya.

* Sabda baginda lagi; "Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi jumaat, kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar."

* Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara Allah sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad.

* Mereka yang beramal dengan bacaan ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan Allah daripada gangguan serta hasutan syaitan.

* Pengamal ayat Kursi juga, dengan izin Allah, akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasuki rumah.
* Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.

* Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, insya-Allah akan menyebabkan syaitan dan jin terbakar.

* Jika anda berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama anda menduduki rumah itu sebaiknya anda membaca ayat Kursi 100 kali, insya-Allah mudah-mudahan anda sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin.

* Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

* Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, ia akan berada dalam lindungan Allah hingga sholat yang lain.

* Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sholat, tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya & ahli rumah2 di sekitarnya.

* Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap-tiap sholat Fardhu, Allah menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur perbuatan2 orang yang benar, pahala nabi2 juga Allah melimpahkan padanya rahmat.

* Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

* Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah azza wajalla akan mengendalikan pengambilan rohnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama nabi Allah sehingga mati syahid.

* Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya Dari Abdullah bin 'Amr r.a